Jumat, 06 Juni 2008

koleksi my cerita pendek

Another Way

I opened my eyes and realized that I found my self in a strange room. A room I never knew before. All were white. The room was so lonely. “Good morning. How do you feel?” asked a nurse. I was trying to open my blurred eyes and didn’t say a word. My lips were bruised and numb. The whole of my body was crushed to bits.
A memory came suddenly. I remembered that I had escape from five policemen who wanted to arrest me. I ran and ran through a narrow long street but suddenly there was a crush sound. BRUCKK!!! And finally I found my body lying here, in a hospital.
Actually, I didn’t do any crime. I just came to a bar with a friend of mine at that night. We never met each other for five years. We had some drinks and took a long conversation, talked about everything. Then I went to a gent’s room. When I came to the place where we chatted, he was gone. I still didn’t understand him. Suddenly, six to eight policemen came into the bar by carrying the gun on their hands. They shouted:” it’s an inspection of drugs! Just stay there and don’t move!” all of the police were checking all of the people in the bar, included me. I didn’t feel anything because I wasn’t do something wrong, even there was a little of scary.
“Hey young man, can you tell me what it is.” A policeman showed me a pack of drugs.
“I have no idea Sir. I just drank whiskey with my friend!” I shouted.
“Sorry but you should explain it in our office.”
He didn’t want to listen to my explanation about the drugs. I was so confused. Where was Johnny?! Oh my God!!! What I’ve done?! I just came to bar and doing nothing and now the police found drugs under my seat. Johnny, I never imagined you did it to me. I never imagined he was a drug dealer.
I just couldn’t believe that I sat in this green room. I was at the center of the people on black uniform. I didn’t know what I had to do in this trial court. I was full of a chaotic. I was non guilty! My mind was spinning around and thought a ridiculous idea; I wanted to escape! While everybody was busy, I stood up fast and ran through the mob of people. I just ran and ran. I won’t look back. I heard a loud sound of alarm came after me. I ran through a narrow street passing the rubbish bin and crowded people who blocked me away. I heard the police shouted ask me to stop and surrender. But I still ran and ran again. It felt like I couldn’t stop my feet till I saw a big truck in front of my eyes. Then I found my self here. Fortunately, the death still didn’t pick me.



CINTA JOGJA-PARANGTRITIS

Keringatnya meleleh membanjiri tubuhdan parasnya yang tampan. Siang itu memang sangat panas. Matahari serasa ingin marah kepada seisi bumi. Kondektur muda itu bernama Wahyu. Dia terus meneriakkan kata-kata yang sama setiap harinya. Mengajak penumpang agar naik ke dalam bis tempat ia setiap harinya menggantungkan hidup.
Seisi rumah menjadi sangat panik ketika seorang laki-laki setengah baya sedang berjuang mempertahankan nafasnya. Dia adalah Pak Sugiyanto, bapak Wahyu. Pak Sugiyanto telah lama menderita penyakit paru-paru basah. Tapi hari ini dia sudah tidak dapat menahan lagi apa yang telah dideritanya selama dua tahun. Akhirnya tubuh kurus Pak Sugiyanto diam! Tidak bergerak sama sekali! Saat itu harga air mata tidak berarti lagi. Rumah kecil itu terasa memecahkan gendang telinga. Auman pilu serentak keluar dari seluruh anggota keluarga. Sejak saat itu kehidupan keluarga Wahyu mendadak berubah. Wahyu sebagai anak tertua harus membantu ibunya menghidupi ketiga adiknya yang masih kecil-kecil.
Entah sudah berapa kali dia bolak-balik melewati jalan Jogja-Parangtritis. Tidak terhitung! Walaupun rambutnya di cat warna dan kelihatan sedikit bingal, itu hanya akibat lingkungan sekitar kehidupan terminal. Diluar itu, Wahyu sangat bertanggung jawab kepada keluarga dan terkenal dermawan. Dia sering berbagi koin kepada anak kecil peminta-minta yang sering mangkal di lampu merah. Bahkan banyak mata yang tidak bisa memungkiri bahwa Wahyu memang seorang pemuda 18 tahun yang tampan dan menarik. Jika seandainya Wahyu adalah seorang mahasiswa yang pergi kuliah dengan mengendarai motor modifikasi, pastilah dia sudah jadi bahan rebutan para gadis. Kadang Wahyu pun berfikir demikian. Mengapa harus aku yang ada di dalam bis ini. Mengapa bukan mereka saja , orang-orang kaya yang tak pernah ingat pada sesamanya. Tapi cepat-cepat pikiran itu dihapus dalam benaknya. Dia selalu berusaha berbesar hati. Apa boleh buat, memang kenyataannya begitu, pikirnya.
Teriakkan penumpang membuyarkan lamunannya.
“Ke terminal ya, Mas!” kata seorang gadis muda.
Mata Wahyu sempat terpana ketika seorang gadis memberhentikan bisnya. Dia memandang sampai gadis itu masuk dan duduk ke dalam bis. Gadis itu kelihatannya seorang mahasiswa. Dia terlihat sangat manis dan anggun. Perawakannya tinggi, langsing dengan paras yang hitam manis. Menunjukkan ciri khas seorang gadis Jawa. Tampaknya Wahyu telah jantuh cinta kepada gadis itu. Tak terasa bis tersebut sudah sampai di terminal Giwangan. Lalu gadis itu turun dan berjalan, menghilang entah kemana. Mata Wahyu sudah tidak sempat lagi mengikuti kemana gadis itu menghilang. Bis Jogja-Parangtritis itu sudah cepat-cepat berlari mengejar penumpang selanjutnya.
Rupanya sosok gadis itu benar-benar melekat dalam benaknya. Dia coba menutup mata tapi senyum gadis itu membuka kembali matanya. Dalam hati Wahyu berencana, dia harus bertemu gadis itu kembali jika Tuhan mengizinkan. Malam semakin larut diiringi dengan bunyi jangkrik yang bernyanyi sebagai lagu pengantar tidur. Angan-angan Wahyu pun sudah melayang entah kemana.
Bunyi kokok ayam jantan membuat tubuh Wahyu meloncat kaget. Dilihatnya matahari sudah mulai membuka matanya. Dia buru-buru untuk pergi bekerja karena tidak ingin melewatkan momen yang berharga seperti kemarin.
“Tumben pagi-pagi sekali, Yu?” celetuk Mas sopir dengan bahasa jawanya yang medhok.
“Lagi semangat aja Mas,” jawab Wahyu sambil mesam-mesem. “Emang kenapa Mas?”
“Aneh wae, nggak seperti biasane,”
Bis pun melaju dengan suara yang agak menderit-derit. Hari sudah mulai menunjukkan pukul 14.00 WIB tapi Wahyu belum juga melihat gadis manis itu. Tiba-tiba Mas sopir menghentikan bisnya didepan pertigaan jalan. Betapa terkejutnya Wahyu, ternyata yang akan naik adalah si gadis manis itu. Gadis itu masuk kedalam bis dengan mengembangkan senyum ramahnya.
“Kemana, Mbak?” tnya Wahyu mencoba beramah-tamah.
“Ke terminal, Mas,” jawab gadis itu sambil tersenyum.
Selama beberapa hari, mereka selalu bertemu. Akhirnya keinginan Wahyu untuk mendekati gadis itu meledak sudah. Dia membulatkan tekadnya untuk mencoba berkenalan dengannya. Dengan jantung yang berdegup kencang, dia berjalan mendekati gadis yang sedang duduk di bangku depan itu.
“Mbak, ketemu lagi ya? Mau ke terminal lagi?”
“iya Mas.”
“Kok sering ke Parangtritis, Mbak?”
“Saya dari rumah Simbah. Mbah saya rumahnya di dekat TPR,” jawabnya santun. “Masnya ikut bis ini terus ya.”
“Kebetulan iya, Mbak.”
Perbincangan pun terus berlangsung. Akhirnya mereka pun berkenalan. Diketahui gadis itu bernama Retno. Dia seorang mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jogja bagian tengah. Retno sering pulang ke Parangtritis karena Mbahnya meriang. Walaupun terasa letih, tapi Retno rela demi Mbah tercinta.
Dari hari kehari pertemanan itu berjalan sangat mulus. Retno tidak membandingkan derajad sosial antara mereka. Mereka terlihat sangat dekat seperti sepasang muda mudi yang sedang terkena panah dewa asmara. Memang sudah menjadi sifat Retno bersikap ramah kepada semua orang. Walaupun menganggap perlakuan Retno kepadanya sudah memasuki tahap yang tidak di ragukan lagi. Tapi Wahyu masih tahu diri, dia masih menyimpan rapat-rapat perasaannya itu. Sampai suatu hari Retno memberikan sebuah kado kecil kepada Wahyu. Hari itu Wahyu adalah hari ulang tahun Wahyu yang ke-19. wahyu berpikir bahwa memang inilah saat yang tepat, dia harus memberitahuakn perasaannya kepada Retno.
Hari sabtu adalah hari yang sangat panjang bagi Wahyu. Dia telah menyusun keberanian dan keyakinannya. Dia sedang menunggu waktu dimana Retno memberhentikan bis seperti biasa. Dari kejauhan, mata Wahyu menangkap sosok Retno yang masih sebesar jari telunjuk. Badannya pun terasa panas dingin. Hatinya berdegup ingin meloncat keluar! Bis itu pun berhenti untuk menunggu penumpang persis di depan Retno.
“Met sore. Mau ke terminal?” Tanya Wahyu keluar dari dalam bis.
“Eh, Wahyu. Tapi aku nggak naik bis. Aku lagi nunggu jemputan,” jwabnya di diikuti senyum.
Hati Wahyu menciut, kering dan layu. Tapi dia buru-buru bertanya ,”Wah, kalo boleh tau dijemput siapa sih?”
Tiba-tiba suara motor mendekat. Seorang pemuda tampan dengan motor besarnya menghampiri Retno.
“Nah, ini dia jemputannya udah dating,” Retno bersiap-siap untuk naik motor. “Eh iya, sampai lupa, ini Mas Rinto.”
“Saya Wahyu teman Retno,” Wahyu tetap berusaha tersenyum walau hatinya bagai diterjang badai tsunami.
“Sekarang sudah kenal kan? Aku pergi dulu ya….Maaf nggak naik bis, soalnya buru-buru.”
Sepasang kekasih itu berlalu, pergi menjauh. Mata Wahyu tetap terpaku kepada kepergian mereka berdua. Hatinya hancur dalam waktu sekejap saja. Pikiran ‘seandainya aku yang berada disana’ muncul lagi dalam benaknya, ‘seandainya aku seorang mahasiswa’ mungkin kisah cintanya tidak setragis ini.
Teeet…teeet….!!! Bis biru itu memanggil seakan mengajak hatinya yang kecewa untuk pergi.
“Terminal Giwangan…! Terminal Giwangan…!” Wahyu kembali meneriakkan kata-kata yang sudah bersamanya selama dua tahun. Di tengah siang yang terik dan berdebu itu, dia sejenak melupakan kekecewaan hatinya.
Bis biru kembali berhenti dipemberhentian ke empat. Di simpang tiga yang tidak terlalu ramai itu, Wahyu kembali turun untuk menarik penumpang.
“Mas, bisnya mau ke terminal ya?” Tanya seorang gadis dengan terburu-buru.
Berbeda dengan Retno, gadis itu kelihatan sedikit lebih lincah dan urakan. Tapi dia memang kelihatan lebih manis dengan tingkahnya yang periang. Gadis itu sedikit lebih tomboy dengan tas punggung dan celana cargo hitam. Hati Wahyu kembali membuka senyum. Matanya mulai mengikuti gerak-gerik gadis itu. Rupanya kekecewaannya terhadap Retno pudar seketika oleh kehadiran gadis tomboy itu. Hati Wahyu mulai membuka petualangan baru, petualangan cinta sepanjang Jogja-Parangtritis.

TAMAT



poetries

Ne ada beberap koleksi curahan hati aja kayaknya kurang berani juga kalo disebut puisi. Aku suka nulis and tulisan2Q mulai tak kumpulin dari SMA aja. Let’s see……..

Badai Tlelah Berlalu
Kini…
Badai telah berlalu
Bangkitlah!
Jangan hiraukan masa lalu yang pahit
Bersemilah…
Diantara pepohonan hijau
Carilah matahari
Agar sedikit kau rasakan kehangatan
Jangan pernah berhenti menyibak kabut
Kelak akan kau temukan…
Pelita hati
Kini…
Badai telah berlalu
Bersihkan dirimu
Susurilah sungai-sungai mimpi yang ada di benakmu
Dan cobalah renungkan
Mungkin hanya Dia
Yang dapat membantumu

Note: aku buat puisi ini kelas 1 SMA tahun 2002 dan dimuat di Mading SMAku



Asa
Aku ingin meraih bintang dilangit
Bersinar terang memberi kehidupan
Memberikan ketenangan jiwa
Tetapi asa dan cita-cita membutuhkan pengorbanan
Pasti ada pahit dan manis
Pasti ada rintangan yang menghadang

Aku terus berusaha
Tanpa berputus asa
Walau kabut tebal menghalangi
Walau topan ingin menidurkanku
Membuatku terlena dengan kecaman hidup
Aku tetap menembusnya
Dengan segala usaha dan doa
Kuserahkan semua…
Kepada alam semesta…

Note: dibuat 30 Maret 2003, kelas 2 SMA

Apa Daya
Aku rindu kepada bulan
Aku rindu kepada matahari
Aku rindu kepada palung dilaut
Aku rindu kepada lubuk dilaut
Inikah aku?
Seperti apakah aku nanti?
Jadi apakah aku?
Hanya terlihat padang yang hampa
Sunyi dan senyap…
Apakah pasir di dalam jam pasir masih tersisa?
Untuk membuka jendela
Sedangkan tubuh tertusuk duri
Tertimpa batu
Sakit…
Yah, sakit…
Memang sakit…
Namun apa daya tangan tak sampai
Mengenggam air, air terlepas

Note: dibuat 3 April 2003, kelas 2 SMA


Hidup
Inilah hidup
Kita hanya bisa menjalani
Mau tidak mau, ya harus mau!
Senang atau tidak
Ya harus diterima!
Hidup bukan rumus matematika
Isinya pasti
Bukan!
Isinya bisa lebih
Bisa kurang
Bisa kekiri bisa kekanan

Note: dibuat 13 Oktober 2003, kelas 3 IPS 1 SMA


Aku adalah aku
Aku adalah aku
Bukan siapa- siapa
Aku adalah aku
Tiada yang bisa merubahnya
Aku adalah aku
Kau tidak suka silahkan pergi
Aku adalah aku
Walau bagaimana tetap begini
Aku adalah aku
Tapi kau minta aku begitu
Aku adalah aku
Walau begitu aku tak mau
Inilah aku!

Note: dibuat 12 March 2004, kelas 3 SMU, habis olahraga


Sebuah sajak –ing
Waktu coba dibanting
Melupakan yang penting
Coba lihat jam dinding
Bukan lihat dalam piring
Semua jadi pening
Gigipun berdenting
Bukan jadi merinding
Otak malah miring
Muka si bibir sumbing
Senyum menyungging
Terlihat seperti maling
Lari menginjak beling
Hati menggelinding
Tersapu bagai puing
Tidak terlihat bening
Hitam beriring- iring

Note: dibuat Jumat 29 Juni 2007

Selasa, 03 Juni 2008

wisata kuliner yogyakarta

hobbyku adalah makan. Mungkin bagi kebanyakan orang, makan adalah kebutuhan ya.....Tapi kalo aku beda, aku selalu kepengen makan and coba makanan enak or yang belum pernah aku makan. Tentunya yang masih ada dalam garis kaHALALan dunx....secara aku muslim geto loch, walau sometime masih suka error.
kata ibuku, dari bayi jebrot aku emang jago makan. Tapi jangan salah lho, badanku ga gendut-gendut amat, tapi ya berisi gitu deeee.......hehehe. Pernah suatu hari, umur berapa gitu, yang penting masih balita deh, ibuku kasih aku pare rebus satu batang. Tau dunk pahitnya pare tuh gimana, tapi pas ibuku balik lagi, parenya dah abis dari tanganku. Sekarang, padahal aku ga suka yang pait2 termasuk pare. yah...tu cuma kisah masa kecil yang rakus. Cerita laen, waktu aku masih SD kelas 1 or 2, aku suka maen ma temen2 cowQ cari capung and belalang, dibakar truz dimakan. Aku juga suka coba2 rumput teki, rumput sejenis putrimalu yang ada buahnya, daun jambu bol, tumbuhan yang merambat di pohon kelapa, sampe daun tales pun aku coba!ga taunya gatel yaa hahaha emang oneng banget. Oh ya, aku juga pernah tangkep cacing di belakang rumah ma adekku yang cowok, cacingnya digoreng idup2 trus dimakan. Yah rasanya kaya makan tanah coz didalemnya masih ada tanahnya gitu hehe
Aku juga pernah maem sate kelinci, tupai, kalong tapi ada yang buat obat juga koq, aku masih penasaran ma sate kuda. Tunggu aja saatnya pasti aku bakal cobain hahaha!!!!
Bagi yang baca jangan jijik yee coz cuma menceritakan rasa ingin tau pas masih kecil.
Burger???
Kalo burger yang enak ya MISTER BURGER emang ga di resto yang mahal she, tapi rasanya mantep and harag juga standard and yang penting rasanya dunx, DELICIOSO!!!
Tempatnya ada di basement Ramai Mall, Progo, Amplaz de-el-el
mie ayam yuk mie ayam....
hello pecinta mie ayam sedunia yogyakarta! aku punya beberapa referensi loh tentang beberapa tempat langganan aku. Salah satu yang enak tapi rada mahal buat kocek anak kos ya di basement Amplaz, namanya Bakso Lapangan Tembak Senayan sebelah Hotmeal. Dijamin enak hmm slurppp slurppp..... salah Duanya di jalan gambiran deket kampus III AMA, cuma dengan duit Rp 2.500 (kalo belum naek loh) enak and kenyang. gimandang....mau?????
Bakso yuk Bakso........
hello bakso lover!!! Kalo menurutku bakso and mie ayam di jogja sih ga ada yang mak nyuz banget sih tapi ya ada beberapa sih yang nyantol dihati. satu. You know BIGCITY alias KOTAGEDE? ya itu tepatnya di jl.karang Lo, disono no ada bakso enak namanya BAKSO NAPOLI pokoxe zeger deh deh. ga tau kalo lidah temin2 semuanya dua. Bakso CENTRAL di Nitikan warungnya warna pink. Ya enak juga gitu. tiga. Nah yang ini sama ama tempat mie ayamnya yaitcu di basement Amplaz, namanya Bakso Lapangan Tembak Senayan sebelah Hotmeal. empat. ne Bakso TITO depan hotel wisanti jln.tamsis. enak and banyak and murah juga.

Bakmi jawa and NasGor
Bakmi jawa emang terkenal di zogza tercinta ini. Pertama dateng ke zogza tentunya aku bingung mbedain mie dan bakmi yang ternyata sama aja ya hehe Cuma beda nama doang. Eittt tapi rasa juga beda ding ma mie tumis di Sumatra. Bakmi zogza mang terkenal seger and beda aja. Ada bakmi goreng and ada bakmi godog alias bakmi rebus. Ada juga NasGor alias nasi goreng. Nah, biasanya yang jual mang satu orang, ya ada bakmi ya ada nasgor, bahkan ada kwetiaw and bahkan capcay juga. Oh ya satu lagi yang belum pernah tak denger sebelumnya adalah MAGELANGAN. Kenapa dikasih nama Magelangan kenapa ga jakartaan, surabayaan ato palembangan sekalian ya?! Yah Cuma yang kasih nama yang tau…Tapi yang rasanya beda ya bakmi and nasgornya KARENA masaknya pake tungku yang terbuat dari tanah liat yang namanya? Yang namanya…..aku lupa’e hehe
Bakmi and nasgor yang terkenal ada di deket rumah sakit Wirosaban deket BangJo alias lampu merah.tu terkenal banget and rame pembelinya. Udah murah banyak and katanya enak sih, walaunya aku bilang ga begitu enyak enyak sih.
Kalo menurutku tempat yang enak sih di jln.Pramuka deket kampus 2 UAD tapi ya aku nyebutnya sebagai Bakmi sakit hati or nasgor sakit hati coz buatnya mang luamaaaa bungetttt tapi ya yang buat aku ketagihan ya enaknya itu! Harga juga standar sekitar Rp 6.000 per porsi.
Yang keTIGA ada di KOTAGEDE depan toko elektronik Rahayu kalo gak salah, tapi tempatnya emang kurang ngenakin coz deket jalan Kotagede yang sempit klupit. Tapi enak sih and porsinya ga many many banget sih. Harga bakmi yang pernah tak beli Rp 5.000 se porsinya.
Yang keEMPATnya ada di jln.Parangteritis KM sekian (lupa hehe) kalo dari arah berangkat sebelah kanan jalan. Wah , disono juga rame banget dah. Disini gak pake ayam tapi pake daging bebek. Tuh yang buat rasanya unik and enak.
Yang ke LIMA ada di jln.Monjali 175 depan Prima Swalayan, ne dijamin murah jeng, aku pernah pesen capcay komplit ada bakso+udang+ayam+jeroan+telor cuma Rp6.000 doang! percaya deh rasa juga inuk koq

Sop yuk sop…
Menurut aku sop yang enak and murah juga ada di Jln.Parangteritis selatan pasar telo, selatan pom bensin dikit, kanan jalan kalo dari jokteng wetan. Ada sop sayur, sop telor, sop ayam+sapi, sop sewiwi dan sebagaipun….harga antara Rp 3.000-Rp 6.000.

Hot food ya di HotMeal!!!
You know ahlinya nasi kare and nasi baker?! Ada di Hotmeal di Basement AmPlaz alias Ambarukamo Plaza. Kare and nasi bakarnya mang mantep deh. Tapi harganya juga agak mantep gitu deeee. Jadi kalo pegi kesana gak ada salahnya pas acara ultah temen, ngerayain jadian ato pas baru gajian! So gak pusing mikirin duit yang ilang teruz masuk ke perut hehe harganya sih di atas Rp 9.000 and seterusnya aja. Selamat mencoba. Kalo ada yang berminat traktir aku don’t forget yoooo.


Nasi lengko

Nasi lengko nasinya orang tegal. Aslinya mana mas? Ya TEGAL hehe gak nyambung. Aku coba nasi lengko di warung tegal deket UTY Fakultas Ekonomi. Nasi lengko yaitu nasi yang disiram kuah kacang dikasih timun, toge, tahu (kalo gak salah yee) plus lauk pauk yang anda sukai+sambel biar lebih khott alias HOT! Unik and enak sih menurutku, rasa pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

Angkringan yuk angkringan
Namanya angkringan tuh dah kaya jamur ya, dimana-mana ada. Aku baru tau angkringan ya dizogza ini sih, aneh aja namanya. Tu ternyata tempat makan yang menunya pecel lele (bukan sambel pecel+lele tapi ternyata sambel+lele+lalapan toh), ayam, bebek, telor penyet (bukan telor dipenyet-penyet tapi Cuma telor dadar+lalapan+sambel), tempe penyet. Ada juga angkringan yang jual seafood ato hidangan yang super pedasss!
Tempatnya angkringan murah ada di sepanjang jalan solo. Ada satu tempat langgananku berangkring ria, tu di Jln.Pramuka depan UAD agak keselatan dikit. Aku juga kasih nama tuh tempat angkringan sakit hati coz luamanyaa mak minta ampyun. Yang jual kaya putri solo padahal banyak yang antre. Kalo aku suka langganan pepes and telor dadarnya, enak ditambah sama sambel goreng and tomatnya yang enak and ada lalapan kangkung rebusnya juga. Ne rasa pedesnya juga nonjok! Pokoke manteb pake B.
Satu lagi angkringan terkenal ada di Jln.Pramuka juga deket Alfamart pas di simpang tiga, depan tuh warung udah terhampar jauh jalan tegal gendu. Tuh warung kecil tapi ruamenya….kalo aku suka puyuhnya plus hidangan nasi baker and susu jahenya hmm seger deh.

Lapangan karang
Lapangan ne mang terkenal banget deh. Macem-macem makanan tersedia disini. Ada sate kambing, bakaran :bawal, belut, nila, lesehan : ayam +bebek bakar yang mantep, bakmi+nasgor, sate sapi yang tersohor, soto sulung. Kalo favoritku ya belut and bebek bakarnya pokoke ngangeni deh…waktu jadian ma cowokku yang ini kita traktirannya disini sambil lesehan di lapangan + bawa pasukan bersenjata republic Indonesia hehe dibawa semua gitu. suasananya enak loh palagi buat beromantic ria, udah remang-remang dimandikan cahaya bulan (kalo lagi terang bulan), bisa liat bintang, pengamennya juga kreatif tuh.

Super Sambal
Aku pernah coba maem disini tapi yang di Jln. gelagah sari, ada juga yang di tamsis deelel. Emang menunya rada biasa tapi namanya unik sih, rasanya emang puedes bangetz! Tapi manteb pake B! harganya sih ya relative agak tinggi kalo di bandingin angkrinagn biasa tapi ya gapapa buat coba-coba. Sambelnya mantep ditambah ma lalapan kaya trancam ato sayur asem, tu jadi labih mengigit lagi.


welcome to my home sweet home! you can enjoy my notes about everything......
dunia emang penuh warna,tergantung bagaimana kita menyikapinya.
disini aku mau tulis apa aja yang jadi bagian warna-warni or the color of my life....